Postingan

Review

Happynya bisa ajak si kecil liburan ke Sea World dan Ocean dream samudra di masa pandemi

Gambar
Aku hampir lupa rasanya liburan tuh kayak gimana ya ? Yang aku tau kita semua harus berdiam diri di dalam rumah aja. Oh.. no ! Rasanya jenuh banget kalau di rumah aja. Apalagi udah hampir 8 bulan pergerakan kita terbatas, tak sebebas seperti dulu. Ibarat burung dalam sangkar, iya gak sih ? Pandemi Covid ini udah membuat aku dan kita semua merasa lelah. Lelah dengan rutinitas yang itu - itu aja, apalagi aku sebagai mom yang harus ngajar online anak setiap hari, rasanya udah mumet deh pengen buru - buru bisa liburan. Makanya aku sempet terfikirkan mau liburan tapi yang bisa dan aman bawa anak - anak. Secara aku punya 2 anak yang usia 8 dan 2 tahun.  So aku harus cari tempat liburan yang sudah sesuai dengan protokol kesehatan dan aman membawa si kecil. Eh pas banget deh aku dapet info kalau Sea world dan Ocean dream samudra di Ancol udah buka nih, Dan yang bikin happynya lagi anak usia 9 tahun ke bawah udah boleh masuk ke wahana ini. Di masa pandemi ini tempat rekreasi sea world dan ocean

Dengan 3M, bye bye Covid-19

Gambar
Sudah 7 bulan aku, kamu, dia, dan mereka di rumahkan. Nyaman gak sih sama situasi yang seperti ini terus ? Kalau aku sih jujur udah gak nyaman dan rasanya jenuh di rumah terus. Semenjak covid masuk ke Indonesia kehidupan langsung berubah secara drastis. Kerja harus dari rumah, sekolah dari rumah, ibadah pun juga harus dari rumah. Bulan maret 2019 pemerintah mengumumkan pasien pertama yang terkena covid-19. Dari sinilah terjadi perubahan dalam kehidupan kita. Perubahan bukan hanya dalam diri kita, tapi juga perubahan kebijakan ekonomi dan politik dunia. Ya itu semua akibat pandemi covid-19. Covid-19 ( Coronavirus Disease-2019) adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini  disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Gejala yang sering terjadi akibat terpapar covid-19 adalah : * Demam >37.7°C * Batuk dan Pilek * Gangguan Pernapasan ( Sesak) * Sakit Tenggorokan * Letih dan Lesu Nah kala

Menyambut Kemerdekaan RI Di Masa Pandemi Covid-19

Gambar
Pagi ini 17 agustus 2020 terasa sangat berbeda. Tahun lalu aku sebagai panitia agustus di lingkungan RT sudah sangat repot dengan segala macam perlombaan. Namun kali ini rutinitas di lakukan biasa saja. Menyambut kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini memang berbeda, bahkan mungkin baru pertama kali, ini di akibatkan oleh pandemi covid-19 yang sudah ada di negara kita sekitar 6 bulan yang lalu. Banyak sekali akibat yang kita rasakan dari pandemi ini. Anak - anak di haruskan sekolah secara online, para pekerja di PHK, para pengusaha gulung tikar, kerja dari rumah dan banyaknya pengangguran yang terjadi akibat covid-19. Begitupun dengan perayaan kemerdekaan kali ini. Biasanya di lingkungan RT kami mengadakan lomba untuk memeriahkan agustusan. Banyak banget lomba yang kami adakan seperti tahun lalu. Beberapa lomba yang kami adakan pada tahun lalu, antara lain : Untuk Anak - Anak * Lomba makan kerupuk * Lomba kelereng * Lomba masukan bendera ke dalam botol * Lomba memasukan pensil ke da

Taman Walikota Jakarta Barat

Gambar
Lima bulan sudah virus covid - 19 ada di sekitar kita. Dan selama itu pula anak - anak harus terkurung di rumah aja. Kasian rasanya liat mereka yang biasanya aku ajak bermain ke Taman atau sekedar makan di luar sekarang lebih banyak aktifitas di dalam rumah. Sampai si kaka pun rindu dengan teman sekolahnya, rindu di ajak Bunda jalan - jalan ke Mall juga,hehehe Sampai gak tega deh liat si kecil yang terus - terusan bilang bosen di rumah mulu. Melihat status salah satu teman ku, dia ajak anak - anak nya bermain yang ada di taman Walikota jakarta barat. Aku memulai percakapan dengan bertanya apakah anak - anak di perbolehkan masuk ? Dia bilang sudah boleh. Padahal yang aku tau RPTRA aja belum di buka sampai saat ini. Lalu aku memberanikan diri buat mengajak anak - anak ke sana. Di temani suami kami pergi ke Walkot Farm Jakarta Barat dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sebelum berangkat kami persiapkan segala keamanan untuk berkendara dan protokol covid - 19. Perjalanan kami ke walikot

Cukai Rokok Naik di Masa Pandemi, Bagaimana Nasib Para Perokok ?

Gambar
Ku masih terdiam di malam yang sunyi sambil ditemani secangkir kopi susu dan bolu pelangi yang begitu manis ketika digigit. Pikiranku melayang dan hati masih saja bertanya kapankah pandemi covid - 19 akan benar - benar berakhir dari dunia ini ? Sudah hampir 5 bulan kita menjalani kehidupan yang rumit, kerja dari rumah, sekolah harus secara online, tempat rekreasi dan mall di tutup, bahkan banyak sekali yang harus kehilangan pekerjaan karena adanya pandemi ini. Ah gak terasa air mata ini mengalir, ikut memikirkan nasib mereka yang tidak seberuntung kita pada saat ini. Mereka yang kena PHK dan harus menanggung istri dan anak yang masih kecil, atau bahkan anak yang tidak bisa ikut sekolah online karena gak punya handphone ataupun kuota. Aku jadi teringat dengan Talkshow Ruang Publik KBR di live streaming pada tanggal 29 juli 2020 dengan tema " Mengapa cukai rokok harus naik saat pandemi ? " Dengan di hadiri narasumber Dr. Renny Nurhasana sebagai Dosen dan P

Hidup Tanpa Riba, Yes or No ?

Beberapa waktu yang lalu aku melihat konten dari suatu aplikasi joget, ada seorang wanita yang juga seorang karyawan Bank sedang berjoget sambil membahas tentang riba. Dari video yang aku tonton sekitar 15 detik, pegawai bank gerah dengan cap para netizen kalau bekerja di Bank itu Riba dan Haram. Wanita tersebut menanyakan kembali kepada para netizen yang selama ini juga masih menggunakan riba. Sambil berjoget wanita itu bertanya balik tentang kendaraan yang netizen miliki adalah hasil riba, cicilan rumah serta ATM yang dimiliki adalah juga hasil riba. Wanita tersebut geram dan di akhiri dengan tulisan "Kalau kalian belum mampu menghalalkan hidup kalian, jangan mengharamkan hidup orang lain" Banyak sekali komentar netizen yang gak setuju dengan pendapat si wanita tersebut.  Bahkan para netizen bilang kalau yang mengharamkan adalah bukan kita tapi sudah tertulis di dalam kitab suci umat islam Al - qur'an. Sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu aku juga pernah de

Aktifitas dan ajaran baru Anak generasi maju pada saat New Normal

Gambar
Tibalah saatnya kini si kecil memasuki ajaran baru. Kelas baru dan juga buku tema yang baru. Serta gurupun juga ikut berganti. Apalagi buku dan alat tulispun juga baru loh, hehehe Pada saat new normal ini si kecil belajar hanya lewat aplikasi whatsapp. Setiap hari si kecil harus absen pada jam yang telah di tentukan oleh setiap ibu atau bapak guru. Absen dengan baju seragam sekolah sesuai harinya. Lalu setelah itu ibu guru baru memberikan tugas sekolah sesuai dengan mata pelajaran yang di berikan saat itu. Buat aku, para Bunda yang lain , serta para Mombassador SGM Eksplor pasti merasakan hal yang sangat berbeda ketika memasuki ajaran yang baru ini. Jujur awalnya aku merasa lebih mudah belajar online seperti ini, tapi lama - lama aku mulai merasakan khawatir dengan pelajaran yang tidak bisa di terima secara langsung oleh si kecil. Tapi keadaanlah yang mengharuskan semua anak belajar secara online di rumah. Aku juga bangga selalu hadir di menemani si kaka, buka