Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Hidup Tanpa Riba, Yes or No ?

Beberapa waktu yang lalu aku melihat konten dari suatu aplikasi joget, ada seorang wanita yang juga seorang karyawan Bank sedang berjoget sambil membahas tentang riba. Dari video yang aku tonton sekitar 15 detik, pegawai bank gerah dengan cap para netizen kalau bekerja di Bank itu Riba dan Haram. Wanita tersebut menanyakan kembali kepada para netizen yang selama ini juga masih menggunakan riba. Sambil berjoget wanita itu bertanya balik tentang kendaraan yang netizen miliki adalah hasil riba, cicilan rumah serta ATM yang dimiliki adalah juga hasil riba. Wanita tersebut geram dan di akhiri dengan tulisan "Kalau kalian belum mampu menghalalkan hidup kalian, jangan mengharamkan hidup orang lain" Banyak sekali komentar netizen yang gak setuju dengan pendapat si wanita tersebut.  Bahkan para netizen bilang kalau yang mengharamkan adalah bukan kita tapi sudah tertulis di dalam kitab suci umat islam Al - qur'an. Sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu aku juga pernah de

Aktifitas dan ajaran baru Anak generasi maju pada saat New Normal

Gambar
Tibalah saatnya kini si kecil memasuki ajaran baru. Kelas baru dan juga buku tema yang baru. Serta gurupun juga ikut berganti. Apalagi buku dan alat tulispun juga baru loh, hehehe Pada saat new normal ini si kecil belajar hanya lewat aplikasi whatsapp. Setiap hari si kecil harus absen pada jam yang telah di tentukan oleh setiap ibu atau bapak guru. Absen dengan baju seragam sekolah sesuai harinya. Lalu setelah itu ibu guru baru memberikan tugas sekolah sesuai dengan mata pelajaran yang di berikan saat itu. Buat aku, para Bunda yang lain , serta para Mombassador SGM Eksplor pasti merasakan hal yang sangat berbeda ketika memasuki ajaran yang baru ini. Jujur awalnya aku merasa lebih mudah belajar online seperti ini, tapi lama - lama aku mulai merasakan khawatir dengan pelajaran yang tidak bisa di terima secara langsung oleh si kecil. Tapi keadaanlah yang mengharuskan semua anak belajar secara online di rumah. Aku juga bangga selalu hadir di menemani si kaka, buka

Keajaiban Dalam Hidupku

Gambar
Assalamualaikum semua, apa kabar hari ini ? Semoga semuanya dalam keadaan baik - baik aja ya. Kali ini aku mau menceritakan sebuah cerita yang membuat aku selalu terharu ketika membahasnya. Bermula ketika aku melahirkan seorang anak perempuan di sebuah Rumah Sakit Umum yang sudah sangat terkenal. Aku melahirkan anak kedua ku pada tanggal 2 juni 2018. Aku melahirkan secara secar , karna anakku posisinya melintang pada saat itu, dan usia kandungankupun sudah 40 minggu. Akhirnya dokter memutuskan untuk operasi di tanggal tersebut. Baby aku Dari awal memang aku sudah merasakan ada yang gak enak ketika mau berangkat ke rumah sakit. Air mataku jatuh tak terkira, apalagi ketika aku pamitan dengan anakku yang pertama, dia tidak menangis tapi aku liat matanya berkaca - kaca seakan menahan rasa sedih. Lalu aku pamitan dengan abang dan kaka iparku sambil menahan air mata. Sepanjang jalan menuju rumah sakit hatiku masih bergejolak gak mau di secar , air mataku terus berjatuhan

Adu Balap Motor Dengan Lorenzo

Gambar
Sejak di sekolah menengah aku udah seneng banget nonton Moto GP di tv. Awal mula suka sama moto gp karna waktu itu abang aku penggemar berat moto gp . Sebenarnya waktu kelas 6 SD aku tuh benci banget sama moto gp , entah kenapa pokoknya aku gak suka. Acara moto gp itu di tayangin setiap malam senin, dan setiap malam itu pula abangku selalu ganggu aku buat ganti chanel tv. Ketika aku masuk di sekolah menengah abangku wafat di usianya yang masih muda, 25 tahun. Saat itulah aku merasa menyesal tiap kali lihat moto gp di tv dan aku jadi inget abangku. Makanya mulai saat itu aku jadi suka nonton moto gp. Setiap malam senin aku gak ketinggalan nonton moto gp, semakin aku suka hal yang berbau otomotif aku serasa dekat dengan abangku. Abangku anak gaul, temannya banyak, dan kalau aku naik motor sama dia pasti banyak yang tegor. Pembalap moto gp yang aku suka waktu itu adalah Valentino Rossi, yup aku suka cara dia mengendari motor, dia juga paling jago nyalib menyalib.

Asyiknya belajar dan bermain di Era New Normal Bersama Bunda Generasi Maju.

Gambar
Assalamualaikum Bunda Generasi Maju, apa kabar hari ini? Aku berharap siapapun yang membaca tulisanku ini selalu di beri nikmat sehat wal'afiat dan selalu dalam lindungan Allah. Apalagi di era new normal ini ya bun, kita harus tetap waspada dengan virus covid-19 ini. New normal bukan berarti semua kembali seperti sediakala ya bun. Tetap selalu jaga kesehatan di manapun kita berada. Apalagi aku sebagai ibu rumah tangga dan juga mombassador SGM EKsplor dengan 2 anak yang satu sudah naik kelas 2 dan satu lagi masih usia 2 tahun. Aku harus tetap stay at home dan sambil ajak si kaka belajar dan juga bermain bersama. Anakku yang berusia 7 tahun sekarang mesti sekolah secara online. Jadilah aku yang harus bantu dia buat belajar di rumah lewat handphone.  Mengajari kaka belajar Selain ajak si kaka belajar aku juga ajak kaka dan adek sofia bermain. Aku harus mencari permainan yang bisa membuat mereka cerdas kreatif. Kadang aku suka bingung deh bun mau ajak mereka ber

Kembalinya Jiwa Sang Blogger

Gambar
Dunia blogger sekarang sudah semakin meluas, bahkan di jadikan ladang pekerjaan juga loh. Buatku dunia ini bukanlah hal yang baru karena dulu akupun suka dengan menulis. Semasa duduk di bangku sekolah dasar aku pernah membuat surat undangan pemberitahuan dari sekolah. Ternyata ketika aku menyusun kata - kata gak sengaja kakak aku baca, lalu dia bilang kalau yang aku bikin persis sama undangan sekolah. Padahal aku waktu itu hanya iseng aja. Lalu kakak aku bilang kamu punya bakat buat menulis. Saat itu aku jadi seneng bikin kata - kata, seperti puisi, mengarang lagu ataupun cerita pendek. Tapi kadang kelemahanku melawan rasa malas buat menulis, banyak kata yang terangkai di dalam otak namun aku enggan buat menuliskannya. Huhuuu dasar aku. Aku juga pernah beberapa kali kirim puisi aku ke majalah terkenal pada saat itu. Tapi sayang puisi yang aku kirim gak di muat di majalah itu. Tapi aku bangga sih karena pada saat itu aku udah berpikiran buat mengembangkan bakatku dan berani