Yang Dekat Dengan Kita Adalah Kematian


Kalau liat foto ini pasti jadi terkenang kejadian 4 bulan yang lalu. Dimana saya harus menghadapi sejengkal kematian. Ya 4 kata yang membuat semua orang takut M-A-T-I , dengan beribu alasan yang pasti di ucapkan. Belum siaplah, belum banyak amallah, masih mau ini itulah dan banyak lagi alasanya.

Tapi saya pernah hampir menghadapi kematian itu. Singkat cerita saya mengalami entah menurut dokter ada pembocoran usus setelah saya melahirkan secara secar. 
Pada saat itu saya harus operasi ulang. Bayangkan baru aja operasi secar di perut bagian bawah,lalu saya harus di operasi di bagian perut tengah. Dan saat itu suami dan abang saya harus segera menandatangani surat operasi. 

Ah, masih teriang banget waktu dokter bedah bilang kalau saya harus segera operasi. Kalau gak akan terjadi hal yang tidak di inginkan, nyawa saya akan hilang. Dan kalaupun di operasi semua badan saya dibius. Di matikan sementara, dokter bilang saya gak bisa jamin akan bangun lagi,bisa jadi tidur untuk selamanya.





Coba anda banyangkan,, saya terbaring di ugd waktu itu,dengan penuh alat di badan saya, selang menusuk dari hidung saya hingga ke tenggorokan,memakai denyut jantung,memakai infus di tangan kanan dan kiri saya,memakai alat bantu pernafasan dan saya harus mendengar dokter berkata seperti itu rasaanya Ya Allah... Saya hanya bisa menangis, dalam hati saya bilang mungkin ini adalah akhir kehidupan saya Ya Allah.
Sambil terus saya mencucurkan air mata, saya terus istigfar, saya menangis karna kalau saya tiada siapaa yang mengurus anak-anak saya. Apalagi si kecil yang baru berumur 3 hari saat itu.

Tapi suami dan abang saya menguatkan kalau saya harus operasi,walaupun kita tidak pernah tau rahasia Allah.
Saya pasrah saat itu. Dalam hati saya ucapkan "Aku ini milikmu Ya Allah, jadi Engkau berhak mengambil apa yang jadi kepunyaanmu,Tapi aku mohon jika ini yang terbaik izinkan aku merawat anak-anakku, dan aku mohon meminta syafaat dari baginda Rasululloh SAW."

Akhirnya tiba saya mau masuk ruang operasi, banjir tangisan ketika bertemu abang saya, dan semua suster mengingatkan harus berdoa sebelum masuk ruang operasi. Lalu saya mencium tangan suami saya, walupun saya tidak bisa berkata apa-apa. Hanya tangisan dan kami saling bertatap mata, saya menatap mata dan wajah suami saya se akan saya tidak bisa bertemu kembali. Dan tatapan mata suami saya yang berusaha tegar walaupum saya melihat dia menahan tangis.

Ketika di ruang operasi saya gak berenti istigfar, lalu dokter bius mulai menyuntikkan obat bius. Saat itu aku pasrah, aku membaca ummul Quran dan istigfar. Saat itu saya tidak ingat apa-apa.
Yang saya ingat ketika saya sudah diluar ruangan operasi,dan harus di pindahkan keruang ICCU. 
Dimana ruangan itu banyak alat-alat yang menurut saya aneh. Di kanan kiri saya banyak orang yang tidak sadar dengan di pasang alat bantu pernafasan. Ya Allah,,, ruangnya sunyi cuma terdengar alat denyut jantung.

Setelah operasi saya harus menginap di ICCU,tidak boleh di temani suami atau siapapun. Hanya ada suster dan dokter yang bergantian menjaga dan mengecek keadaan saya. Tibalah malam hari terasa sangat lama disana. Saya pun ingin bertemu suami saya sampai saya harus menangis suster tidak mengizinkan. 
Lalu saya berusaha untuk tidur,namun selalu terbangun dan sangat tidak nyaman.

Lalu malam itu saya bermimpi. Saya bermimpi saya di turunkan dari atas langit ke sebuah istana dimana ada taman bunga luas seluas-luasnya. Saya di perlihatkan didalam istana ada sofa yang sangaaatt panjang dan megah serta hamparan karpet yang indah. Lebih indah dari apapun. Lalu ada yang berbisik kepada saya " Ini adalah tempatmu, dan orang tuamu ada disini " 
Saya melihat ada antrian orang -orang yang mau masuk ke istana tersebut. 
Dan ketika itu saya terbangun, dan ternyata saya mimpi.

Kemudian karna kondisi saya yang mulai membaik saya harus pindah ruangan ke PCU. Tidak beda jauh dengan ICCU namun tempat ini banyak orang-orang yang sudah mulai sehat. 
Saya berusaha untuk tidur malam itu. Namun apa yang terjadi saya bermimpi. Dalam mimpi saya sedang terbang dan saya main di lautan yang indah , lautan yang penuh dengan warna. Lalu saya melihat ada ikan-ikan yang mengikuti saya dengan senyuman. Dan saya sangat merasakan sentuhan air laut dimuka saya hingga akhirnya saya bangun dari tidur saya. 

Masya Allah 2 malam saya bermimpi indah dan aneh buat saya. Dalam hati saya terus berdoa saya mau sembuh demi anak-anak saya dan suami saya. Saya mau merawat mereka,saya mau menjaga mereka,mendidik mereka dengan kasih sayang saya.

*Sehat itu mahal, andaikan uang yang kau punya sebanyak apapun kalau Allah belum berkehendak menyembuhkan ,semua itu semu.
*Doa adalah senjata yang paling baik,minta hanya pada Allah,yakin semua milik Allah, Dialah yang mampu mengabulkan doa.
*Berbuat baiklah kepada siapapun,jangan ada kebencian dihati.
*Bersedakahlah di kala lapang dan sempit karna dengan sedekah juga mampu menolong kita dari musibah.
*Perbanyaklah amalmu daripada dosamu, karna maut tak pernah permisi atau bahkan memberi jeda untuk kematian.

Inilah kejadian nyataku.
Semoga Allah memberikan kematian yang indah untuk kita semua, hingga nanti kelak bertemu di surgaNYA. Aaamiin...



*Ninazuyyinah*

Komentar

  1. Ya Allah Mbak.... Ini pas habis lahiran ya. Aku baca di FB atau apa lah gak ingat. Ada teman yang posting tentang Mbak, terus minta doa dari teman-teman blogger buat kesembuhan Mbak. Maaf aku gak tahu kalau kejadiannya seperti itu. Yang penting sekarang udah sehat kan ya? Alhamdulillah juga bisa melewati semua dan mengambil pelajaran yang sangat penting. Bahwa maut itu dekat. Sedekat urat nadi kita. Terima kasih sudah berbagi kisah ini. ��

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gabung di Klub Bisa Dapet Voucher Belanja dan Elektronik

Awas Banyak Nyamuk Aedes Aegepti Di Musim Penghujan

Tantangan dari Wahana Mola-Mola Jet Spinner